Alat Kelamin Karyadi Belum Ditemukan

Submitbookmarker - Sang Penakluk Janda, Karyadi (53), ternyata alat kelaminnya juga ikut dimutilasi oleh salah seorang istri ketiganya yakni Muryani (53). Tubuh anggota Bantuan Polisi (Banpol) Pasar Induk, Kramat Jati ini dimutilasi menjadi 14 bagian. Dan masih ada beberapa potongan tubuh lagi yang belum diketemukan, termasuk alat kelamin Karyadi.

Tindakan sadis ini dilakukan Muryani yang setiap harinya berdagang buah di Pasar Induk, Kramat Jati ini karena tidak rela dimadu. Padahal 12 tahun silam ketika pria asal Demak itu meminang Muryani yang berstatus janda dua anak, Karyadi berjanji tidak selingkuh maupun berjudi. Namun, Karyadi mengingkari janjinya.

Justru yang terjadi, Karyadi kelahiran 1 Februari 1957 ini, enam tahun silam jatuh hati lagi kepada seorang pedagang di pasar Induk, Tati Susanti (35), yang juga merupakan seorang janda yang telah memiliki anak.

Setiap siang, Karyadi selalu menyambangi Tati yang tinggal tepat di belakang pasar Induk. Malamnya, Karyadi kembali ke pelukan Muryani di kediaman mereka di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kisah percintaan Karyadi dengan Tati dapat disembunyikan dari pandangan Muryani meskipun tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh.

Suatu hari, salah seorang anak Muryani dari suami pertama, Fitri mengalami kehliangan dompet di Pasar Induk. Sang bapak tiripun akhirnya dapat menemukan dompet tersebut. Uniknya, dompet itu kemudian berpindah tangan ke Tati. Peristiwa ini tanpa diduga Karyadi telah membuat Muryani mendatangi kediaman Tati. Terbongkarlah rahasia selingkuh mereka.

Pada saat itu, pembicaraanpun terjadi antara dua istri Karyadi tersebut, hingga akhirnya Muryani bertanya mengani status Tati yang saat itu tengah mengandung anak kedua Karyadi. Perempuan asal Sumedang, Jawa Barat kemudian menjawab dengan tegas pertanyaan Muryani, bahwa ia adalah istri Karyadi.

Usai pertemuan dengan Tati, kekecewaan Muryani pun mulai menumpuk, walaupun Karyadi akhirnya dapat berkelit mengenai hubungan itu dan menyangkal pernikahannya dengan Tati.

Suatu hari, ketika Muryani menghubungi suaminya melaalui handphone, di sela-sela pembicaraan dengan jelas terdengar suara seorang anak kecil yang memanggil suaminya dengan sebutan bapak. Padahal, pernikahan Muryani dengan Karyadi selama belasan tahun sama sekali tidak dikaruniai anak.

Pada malam itu juga ketika sang penakluk janda tersebut kembali ke rumah Muryani, perempuan itupun meluapkan emosinya kepada Karyadi. Lalu, petugas Banpol itu pun tak mampu berkelit. Akhirnya Karyadi pun mengakui pernikahannya dengan Tati.


Emosi Muryani pun semakin memuncak, yang membuat Karyadi juga kalap sehingga melayangkan tamparan ke ibu dua anak itu. Kekecewaan dan kemarahan Muryani pun tak terbendung lagi.

Pada Selasa (12/10/2010), sekitar pukul 05.30 WIB ketika Karyadi tengah terlelap tidur di ruang tamu kediamannya bersama Muryani, sebuah tabung gas 3 kg dihantamkan perempuan itu ke pipi Karyadi sebanyak tiga kali. Hantaman itu membuat Karyadi tak sadarkan diri.

Lalu dengan tega,di pagi itu pula lalu Muryani memotong leher suaminya yang selama ini dikenal ramah oleh teman-temanya.

Usai membunuh dan memutilasi kepala suaminya, Muryani pun pergi ke berdagang di Pasar Cijantung, seperti hari-hari biasanya. Dalam perjalanannya itu, Muryani sempat membawa kepala Karyadi yang dibungkus plastik hitam. Dengan tenang, Muryani menghanyutkan kepala suaminya di sungai Kalibaru yang terletak tidak jauh dari rumahnnya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, dalam konferensi persnya di Polres Jakarta Timur (20/10/2010), Muryani mengaku malamnya langsung meneruskan aksi mutilasi tubuh suaminya. Selama Muryani berdagang, tubuh Karyadi tanpa kepala tersebut ia simpan di kamar mandi selama 13 jam. Aksi mutilasi pun ia lanjutkan di kamar mandi dengan pisau dapur selama satu jam.

Salah satu bagian tubuh yang dipotong oleh Muryani adalah alat kelamin Karyadi. Dari 14 potongan tubuh yang sudah diketemukan, bekas potongan alat kelamin terlihat dari pangkal paha Karyadi yang membekas luka tanpa alat kelamin. Potongan panggul itu diketemukan warga pada Kamis (14/10/2010) lalu.

Hingga kini, alat kelamin Karyadi pun belum juga ditemukan. Berikut pula dengan lutut kanan dan perut bagian dalamnya.

Related

Berita lokal 1211878898291291495

Side Ads

Standings provided by whatsthescore.com

item